Kesiapsiagaan PMI Menyikapi Pandemi Influenza A H1N1 tahun 2009 di Provinsi Lampung


PMI Daerah Lampung melalui program Kampanye Flu Burung dan Pencegahan Pandemi Influenza dukungan Palang Merah Amerika menggelar workshop yang bertemakan “Kesiapsiagaan PMI Menyikapi Pandemi Influenza A H1N1 tahun 2009 di Provinsi Lampung” yang diselenggarakan pada tanggal 10 September 2009 di Hotel Grand Anugerah, Bandar Lampung. Tujuan workshop ini adalah membahas kesiapsiagaan berbagai lembaga pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang ada diprovinsi Lampung dalam menghadapi bahaya pandemi influenza.

Peserta workshop berasal dari berbagai instansi antara lain: dinas kesehatan, dinas peternakan, dinas pendidikan, dinas perhubungan, PMI cabang, Pramuka dan lembaga penggiat flu burung lainnya dari seluruh Kabupaten/kota wilayah pelaksanaan program kampanye Flu Burung ARC (American Red Cross) yaitu Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Tengah. Serta perwakilan dari PMI Pusat dan Palang Merah Amerika.

Hasil yang dicapai dalam workshop ini adalah adanya kesepahaman tentang hal-hal yang bisa dan perlu dilakukan oleh setiap lembaga pemerintah maupun non pemerintah pada tiga tahapan pandemi yaitu pada pra pandemi, saat pandemi dan pasca pandemi. Selain itu juga disepakati tentang penguatan koordinasi melalui Komite Daerah FBPI yang telah terbentuk baik untuk pengendalian flu burung maupun flu A H1N1. Komnas FBPI sebagai lembaga koordinasi ditingkat pusat yang hadir sebagai narasumber juga diharapkan dapat terus melakukan koordinasi dengan PMI Pusat dan Komite Daerah FBPI Provinsi Lampung.

Komnas FBPI-Unicef bagi-bagi alat kebersihan diri bagi pemudik





Saat mudik, diperkirakan lebih dari 20.000 orang yang meninggalkan kota-kota besar menuju kampung halamannya di seluruh Indonesia dan tercatat setiap tahunnya lebih dari 2 juta (dua juta) orang datang ke Jakarta. Perpindahan ini terus terjadi secara berkala
dengan menggunakan berbagai transportasi antara lain kereta, bis, pesawat, kapal laut dan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor.

Hal ini tidak hanya mengakibatkan perpindahan penduduk yang cukup signifikan ke kota tetapi juga membuat kekhawatiran akan perpindahan virus yang semakin cepat.

Saat ini, H1N1 2009 telah meluas diseluruh dunia mengakibatkan lebih dari 250.000 orang diseluruh dunia terinfeksi dan di Indonesia sudah terdapat lebih dari 1090 kasus positif.

Di Indonesia pertama kali di informasikan adanya transmisi langsung antar manusia per tanggal 4 Juli 2009 dengan rata-rata menyerang masyarakat usia produktif namun sempat menyerang anak-anak dan balita.

Untuk itulah melihat besarnya arus perpindahan yang terjadi pada setiap lebaran maka dirasa perlu untuk mengingatkan masyarakat untuk memahami arti pentingnya menjaga kesehatan diri.

Yang Dibagikan: 50.000 paket bersih diri yang berisi antiseptic gel, tissue diletakkan dalam pouch.

Yang membagikan: Perwakilan Mahasiswa Jakarta (UI, UIN, UPN dan UNJ)

Lokasi:
1. Stasiun kereta Gambir, Senen, Jatinegara, Kota
2. Terminal Bis Lebak Bulus, Kp. Rambutan, Pulo Gadung, Rawamanngun
3. Pelabuhan Tanjung Priok
4. Bandara Sukarno Hatta.

Depkes adakan sosialisasi pandemi flu kepada tokoh agama


Senin lalu, 7 September 2009 di Kantor Depkes Kuningan, Jakarta dilaksanakan sosialisasi menindaklanjuti Kebijakan Menteri Kesehatan yang berkaitan dengan isu-isu kesehatan masyarakat seperti pandemi influenza, jaminan pemeliharaan kesehatan, gizi buruk dan lain-lain.

Acara yang merupakan inisiatif Pusat Promosi Kesehatan Depkes ini bertujuan untuk menginformasikan masalah yang berkaitan dengan pandemi flu serta permasalahan kesehatan lainnya; mengharapkan adanya respon cepat dari tokoh agama dan tokoh masyarakat serta agar mereka mengetahui apa yang seharusnya dilakukan umatnya dalam pencegahan flu H1N1 dan permasalahan kesehatan lainnya; pemantapan jejaring/aliansi kelembagaan.

Melalui kegiatan ini, didiseminasikan informasi tentang influenza A-H1N1 2009 serta himbauan untuk mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Diharapkan tokoh agama yang hadir, yaitu perwakilan dari Nahdlatul Ulama, PP Muhammadiyah, Persatuan Gereja Indonesia, Walubi, dan sebagainya dapat memasukkan pesan-pesan pencegahan flu A-H1N1 dalam ceramah rohani mereka.