Tampilkan postingan dengan label Links. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Links. Tampilkan semua postingan

Kasus Flu Burung Baru 2015


Seakan lama Indonesia tidak ada lagi kasus flu burung (pada manusia). Namun baru-baru ini ada lagi kasus flu burung di Tangerang, Banten, Kamis 26 Maret 2015. Kali ini dapat dikatakan dahsyat karena berpotensi menjadi kasus kluster atau kasus yang terjadi pada lebih dari satu orang.

Perhatian saya sejujurnya adalah pada kasus flu burung yang terjadi di Amerika Serikat, yaitu yang terjadi pada sebuah peternakan beberapa negara bagian.

Bahkan lebih dari itu, saat ini ada wabah yang berbahaya yakni Ebola di Afrika.

Kasus flu burung terakhir ini cukup membangkitkan perhatian para pakar kesehatan hewan dalam negeri. Pertama oleh CA Nidom dari Universitas Airlangga Surabaya. Beliau dalam wawancaranya dengan Republika.co.id menyatakan bahwa kasus flu burung masih terjadi dan terulang di Indonesia karena pemerintah yang tidak fokus. Kasus flu burung selalu terulang di Tanah Air karena pemerintah tak berkonsentrasi untuk mengatasinya. Padahal, negara-negara lain seperti Malaysia dan Thailand bisa bebas flu burung. Cara untuk memberantas penyakit ini adalah dengan menyelesaikan program vaksin.

Pernyataan diatas berhubungan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan Tim Peneliti dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) yang dikutip dari Solopos.com. Michael Haryadi Wibowo, peneliti mikrobiologi dari FKH UGM dalam pemaparannya menyatakan bahwa penelitian yang dilakukan pada lokasi peternakan unggas di Kabupaten Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul, berdasarkan uji HI, RT-PCR dan VI pada titer antibodi tidak terindikasi infeksi virus H5N1 pada ayam yang berumur 18-68 minggu. Tidak terdapatnya indikasi virus AI, Haryadi menengarai karena masing-masing peternakan melaksanakan proses biosekuriti dan sanitasi secara ketat serta vaksinasi secara teratur.

Hidup Bersama Flu Burung

Kasus flu burung yang terus berulang menyiratkan bahwa virus ini akan ada dan terus bersama kita. Untuk itu kita harus terus waspada, melakukan praktik beternak dan pola hidup sehat.

Berikut saya share link-link mencegah flu burung:
  1. Buku Saku Flu Burung dari Kemenkes RI
  2. Pencegahan dan Pengendalian Flu Burung (Avian influenza) dari Kementan RI
Selain itu saya berharap pemerintah mengambil aksi nyata dan kebijakan terkait penanganan kasus flu burung seperti kembali mengendalikan lalu lintas unggas, pengawasan peternakan unggas (surveilance and monitoring, penelitian, serta komunikasi dan edukasi.

Bila teman-teman ingin mengikuti berita-berita terbaru mengenai flu burung, saya siapkan Facebook Page untuk berbagi informasi dan berdiskusi. Teman-teman dapat mem-follownya di link: https://www.facebook.com/infoflu 

Image by giallopudding / Pixabay

Tips Mencegah Penyakit MERS-CoV

http://www.freedigitalphotos.net/images/protective-face-mask-photo-p174916


Melanjutkan artikel kami sebelumnya mengenai penyakit MERS-CoV berikut ini kami berbagi tips mencegah penyakit MERS-CoV:

Tunda bepergian ke Timur Tengah. Seperti kita ketahui, penyakit MERS-CoV berasal dari negara Timur Tengah yaitu Arab Saudi. Mengingat Arab Saudi adalah tempat suci Umat Islam untuk menjalankan ibadah Umrah dan Haji maka disarankan untuk menunda bepergian kesana khususnya bagi calon jamaah yang memiliki riwayat penyakit kronik.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dalam situs Kementerian Kesehatan dijelaskan topik khusus mengenai PHBS bagi jamaah haji antara lain:
  1. Makan 3 kali sehari dan jangan terlambat.
  2. Tidak menyimpan makanan lebih dari 2 jam, karena akan rusak (basi/berlendir).
  3. Minum air putih 1 gelas tiap jam.
  4. Gunakan masker yang dibasahi air, untuk melembabkan udara, mencegah mimisan dan debu.
  5. Memakai pakaian tebal dan menutup tubuh seperti kaos kaki, sarung tangan dan penutup leher untuk menghindari sengatan dingin.
  6. Cuci tangan pakai sabun. Sebelum makan, setelah buang air kecil/besar.
  7. Jaga kebersihan toilet/wc/jamban di pondokan/hotel.
  8. Kurangi kegiatan yang tidak perlu dan banyak menguras tenaga.
  9. Tidak merokok.
  10. Minum obat secara teratur sesuai jadwal bagi penderita penyakit tertentu seperti jantung, kencing manis, tekanan darah tinggi atau asma.
Periksakan ke dokter sebelum melakukan perjalanan. Apalagi bila Anda mengidap penyakit kronik seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan lain-lain, yang membutuhkan obat-obatan teratur.
Etika batuk. Tonton video dari Kominfo dan Kemenkes berikut, jelas dan menghibur.



Laporkan. Segera laporkan petugas kesehatan saat mengalami batuk, demam, sesak nafas. Gejala-gejala tersebut memang mirip seperti penyakit avian influenza maupun flu H1N1. Namun tetapi, penanganan secepatnya terhadap gejala-gejala penyakit tersebut adalah penting bagi kesembuhan Anda.

Tetap terinformasi. Secara proaktif terus mencari informasi mengenai perkembangan kasus dan untuk memperoleh himbauan pemerintah mengenai penyakit MERS CoV. Berikut ini situs-situs penyedia informasi terkini mengenai MERS CoV:
  1. Update dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengenai Coronavirus
  2. Blog "MERS Watch"
  3. CIDRAP - Center for Infectious Disease Research and Policy
  4. Situs-situs berita online Indonesia terkemuka juga dapat kita ikuti.
Demikian kami sampaikan tips mencegah penyakit MERS CoV. Semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat.



Apresiasi untuk www.harianterbit.com dan Sira Anamwong / FreeDigitalPhotos.net

Direktori Link Situs Flu A-H1N1

Pusat Informasi:



Lembaga Internasional:


Kumpulan Berita:


Blog:


Jurnal/Penelitian:


Peta:


Lainnya:


RSS Feeds/Media Sosial:


Link-link tersebut akan terus diperbaharui. Bila ada yang ingin menambahkan, silahkan tambahkan komentar. Semoga bermanfaat.

Sistem Perunggasan Terpadu

Indonesia merupakan negara dengan luas wilayah terbesar se-Asia Tenggara dan memiliki kekayaan alam berlimpah, tidak hanya pada sektor migas, namun juga sektor non migas. Namun semua itu belum cukup untuk memberikan solusi atas permasalahan yang ada seperti permasalahan yang terdapat pada sektor Agribisnis Perunggasan. Minimnya konsumsi ayam masyarakat Indonesia, merebaknya kasus Avian Influenza (AI) merupakan sedikit dari permasalahan Agribisnis Perunggasan yang ada di Indonesia.

Untuk itu, agar tercipta sistem perunggasan nasional yang lebih kuat, khususnya dalam menghadapi era perdagangan bebas, stakeholder perunggasan nasional harus mampu mewujudkan sistem agribisnis perunggasan yang terpadu. Sistem Agribisnis perunggasan terpadu adalah sebuah sistem yang saling berkait dalam satu rantai (pengawasan) yang dimulai dari good breeding and hachering practice(kualitas DOC), good farming practice (pelaksanaan peternakan yang baik), good veterinary practice (pelaksanaan sistem kesehatan hewan yang baik), good transportation practice (transportasi yang baik), good handling practice (penanganan yang baik), good sloughter practice (pemotongan yang baik), good distribution practice (distribusi yang baik), good manufacturing practice (pengolahan yang baik), good retailing practice (perdagangan yang baik), good catering practice (pengemasan yang baik) hingga good services practice (pelayanan konsumen). Dalam pelaksanaannya, sistem ini sebaiknya dilaksanakan dalam satu instruksi pengawasan (one instruction), kalaupun tidak cukup dalam permodalan,dapat menerapkan sistem kerjasama (corporation) antar beberapa pelaku atau menerapkan sistem kemitraan. Bahkan tidak ada salahnya jika dilakukan oleh satu pelaku. Hal ini untuk memudahkan dalam monitoring dan evaluasi setiap pelaksanaan kegiatan.

Sebenarnya pelaksanaan sistem ini, dibeberapa Negara di dunia telah diterapkan, bahkan pelaksanaannya sudah cukup baik. Hal ini ditandai dengan tingginya tingkat kesadaran masyarakat tentang kemanan pangan (food safety) dan relatif tidak mudahnya pelaku perunggasan mereka yang merugi, kolaps, apalagi gulung tikar. Bahkan dampak badai AI yang melanda di negaranya sekalipun mampu mereka hadapi bersama. Sehingga perunggasan bukan menjadi ‘musuh bersama’ yang ditakuti atau harus dijauhi sebagai sumber penyebab flu burung. Apalagi harus dikeluarkan peraturan tentang larangan memelihara unggas.

Opini tentang sistem perunggasan terpadu ini terdapat dalam website dunia veteriner (http://duniaveteriner.wordpress.com/) yang dikelola oleh Iwan Berri Prima*. Website yang mempunyai tagline “Membangun komunikasi dan informasi tentang kesehatan hewan untuk mengabdi kemanusiaan” ini bertujuan untuk memberi informasi tentang seluk-beluk dunia veteriner kepada masyarakat luas agar masyarakat dapat turut berperan dalam mengamankan, mengembangkan dan memanfaatkannya sebaik mungkin.

*Ketua Umum PB IMAKAHI (Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia), Koordinator Forum Mahasiswa Indonesia Tanggap Flu Burung (FMITFB) Wilayah Jawa Bagian Barat dan Koordinator Sekretariat Forum Kajian Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasional (FKPKHN)

Web Site LSM Internasional

Web Site Berisi Strategi Penanganan Flu Burung

Web Site Dokumen Audio-Video Flu Burung

Web Site Organisasi Internasional

Web Site Nara Sumber dan Pejabat Internasional Mengenai Flu Burung

Web Site Informasi dan Pengetahuan Mengenai Flu Burung

Web Site Informasi dan Pengetahuan Mengenai Flu Burung

Web Site Lembaga Kesehatan Seluruh Dunia

Web Site Jurnal Mengenai Flu Burung

Web Site Flu Burung Pemerintah Seluruh Dunia

Web Site Penelitian Mengenai Flu Burung