Surat Terbuka untuk Calon Presiden Republik Indonesia tentang Kesiapsiagaan Pandemi

Surat Terbuka untuk Calon Presiden RI Tentang Kesiapan Menghadapi Pandemi

Kepada yang terhormat Bapak Calon Presiden Republik Indonesia

di Tempat

Atas nama penduduk Indonesia yang peduli dengan kesehatan pada umumnya dan terutama sosialisasi penularan penyakit bersumber binatang (zoonosis) serta kesiapsiagaan menghadapi pandemi, dengan ini kami ingin menyampaikan aspirasi kami.

Negara Indonesia telah melewati masa terburuk dalam hal kesehatan masyarakat dan hewan saat penyebaran wabah flu burung beberapa saat yang lalu. Banyak orang yang telah kehilangan. Tak hanya nyawa keluarga tercinta mereka, orang tua serta anak-anak mereka; namun juga hewan ternak mereka, sumber pendapatan; serta iklim usaha, sumber penghidupan mereka. Kemudian kita bersama juga telah melalui pandemi influenza ringan yang terjadi di tahun 2009. Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat Indonesia terhindari dari dampak wabah raya yang luar biasa. Namun begitu, potensi pandemi masih di depan mata, masih banyak penyakit bersumber binatang yang masih endemis dan tersebar luas di berbagai pelosok Indonesia. Rabies masih menghantui Bali, Sumatra dan Maluku. Berbagai penyakit zoonosis yang berpotensi pandemi lainnya masih menghantui.

Maka sesuai dengan tema Hari Kesehatan Dunia tahun 2014 ini, yang mengangkat tema “Small Bites Big Threat” pengendalian penyakit menular (vector-borne diseases), maka pemerintah kedepan harus meningkatkan kewaspadaan dan pengendalian penyakit menular.

1. Pemerintah harus membentuk satu badan khusus yang menangani penyakit menular. Seperti halnya Central of Disease Control (CDC) di Amerika Serikat dimana tugas mereka hanya berkonsentrasi dalam manajemen pengendalian penyakit. Badan tersebut haruslah memiliki wewenang kuat, karena dalam pengendalian penyakit menular dibutuhkan tindakan karantina, investigasi, dan lain sebagainya sebagai bentuk respon terhadap munculnya wabah penyakit. Saat ini Indonesia memiliki satuan serupa setingkat Direktorat Jenderal dibawah Kementerian Kesehatan RI. Kekurangannya adalah mereka tidak memiliki wewenang teknis untuk bergerak cepat di lapangan disaat terjadi wabah penyakit dan bergantung pada koordinasi dengan pihak Dinas Propinsi dan Kabupaten/Kota terkait. Penyakit menular seperti bom waktu, kita harus bergerak cepat dan melakukan tindakan yang tepat.

Meski telah dibentuk Komite Nasional Pengendalian Zoonosis, namun struktur organisasi yang dibawah Kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat membuat badan ini tidak dapat bergerak leluasa dan bekerja secepat yang diharapkan, sesuai sifat kerja yang diperlukan untuk mencegah pandemi: cepat dan tepat. Sudah saatnya Komite Nasional Pengendalian Zoonosis menjadi jembatan lintas sektor, bekerja sangat dekat dengan lembaga lain, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional dan Palang Merah Indonesia karena wabah penyakit (baik di manusia dan hewan) adalah termasuk bencana, yang penanggulangannya menjadi tanggungjawab pemerintah pusat dan daerah.

2. Perlunya mengintegrasikan paradigma One World, One Health, One Medicine, Eco-Health dengan Animal Welfare dan berbagai konsep pemikiran lainnya yang mencoba mengatasi masalah penyebaran penyakit dengan mempertimbangkan perubahan lingkungan serta perilaku manusia. Karena saat ini kesehatan hanya seperti menjadi tanggungjawab Kementerian Kesehatan dan belum menjadi salah satu fondasi penting dalam semua aspek kebijakan dan rencana yang dijalankan oleh sektor lain.

3. Fokus terhadap penyakit menular berpotensi pandemi, akan memberi ruang kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk meningkatkan fokusnya menghadapi tantangan penyakit tidak menular, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta penyempurnaan universal health coverage.

4. Meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada seluruh masyarakat melalui pendidikan formal dan non-formal, media komunikasi yang mudah diakses. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan petugas kesehatan khususnya dan pihak-pihak teknis terkait seperti Karantina, Imigrasi, TNI/Polri, dsb tentang darurat bencana kesehatan.

Sudah saatnya kita memiliki pemimpin negara yang tidah terbelenggu oleh kepentingan politik dan menghamba pada kepentingan kelompoknya saja dalam lima tahun kedepan.

Atas nama kesehatan dan kemaslahatan manusia Indonesia,

Tertanda,

Penggiat kesiapan menghadapi pandemi.
Posting Komentar