Sosialisasi Pencegahan Flu H1N1 pada WOC 2009

World Ocean Conference 2009 merupakan sebuah konferensi tingkat dunia yang membahas mengenai perubahan iklim yang berakibat timbulnya kerusakan pada hayati lautan dunia. Acara ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari berbagai negara dengan tujuan menghasilkan satu kesepakatan dunia untuk penanganan masalah kerusakan keanekaragaman hayati laut. Dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza yang sedang terjadi saat ini, Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) melakukan sosialisasi melalui penyebaran bahan informasi kepada seluruh peserta WOC 2009 dan masyarakat Menado guna mencegah adanya penyebaran Flu H1N1 masuk ke Indonesia.

Kegiatan tersebut dilakukan sehari sebelum acara WOC ’09 berlangsung dengan cara mendistribusikan bahan-bahan sosialisasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa, Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara, dan sekretariat panitia WOC ’09. Pendistribusian tersebut dilakukan dengan tujuan memberdayakan lembaga setempat untuk bersama-sama mempromosikan pentingnya pencegahan Flu H1N1 di Menado, yang ditampilkan melalui pameran WOC ’09. Selain proses distribusi, Komnas FBPI juga menyebarkan bahan sosialisasi kepada masyarakat setempat secara langsung (face to face) di daerah sekitar Menado dan mendistribusikan bahan informasi ke restoran-restoran, hotel-hotel yang menjadi penginapan peserta WOC ’09, dan Kantor Karantina Pelabuhan Udara Sam Ratulangi. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 10 – 12 Mei 2009.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat Menado khususnya dan Sulawesi Utara umumnya memiliki kesadaran akan pentingnya perilaku pencegahan terhadap timbulnya penyakit di masyarakat.

Mahasiswa Gelar Aksi Periksa Kesiapsiagaan Hadapi Fase 5 Pandemi


Ratusan mahasiswa turun ke jalan dan melakukan aksi merespon status fase lima pandemi influenza yang diumumkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) akhir bulan lalu (30 April 2009 WIB). Para mahasiswa yang bernaung dibawah Forum Mahasiswa Indonesia Tanggap Flu Burung (FMITFB) ini menyatakan bahwa aksi nyata mereka merupakan kesadaran mahasiswa membantu negara dalam usaha menangkal masuknya Influenza H1N1-2009 (yang sebelumnya dikenal dengan nama Swine Flu atau Flu Babi) ke Indonesia.

Mereka berasal dari berbagai fakultas yang berkaitan dengan penanganan kesehatan, seperti Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Hewan. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Peternakan dan Fakultas Ilmu Keperawatan.


Para mahasiswa melaksanakan aksinya di delapan titik keramaian massa yaitu di Stasiun Kota, Stasiun Gondangdia, Stasiun Manggarai, Stasiun Gambir, Stasiun Bogor dan juga di pemberhentian bis bandara di Gambir, Pasar Minggu, Lebak Bulus, dan Blok M.

Pemerintah Indonesia Tanggapi Perubahan Status Fase Pandemi

Jakarta, 30 April 2009—Pemerintah Indonesia menanggapi pernyataan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengenai perubahan fase pandemi.


Kamis pagi ini, (30 April 2009 waktu Indonesia dan 29 April 2009 waktu Jenewa) Direktur Jenderal WHO Dr. Margaret Chan menaikkan status fase pandemi dari fase 4 menjadi fase 5 berdasarkan perkembangan informasi dan rekomendasi dari hasil konsultasi beberapa ahli. Beliau mengatakan bahwa seluruh negara disarankan untuk segera mengaktifkan rencana kesiapsiagaan menghadapi pandemi mereka. Pada fase ini, tindakan yang dilakukan harus efektif dan mencerminkan prioritas, termasuk memaksimalkan pelacakan (surveilans), deteksi dini dan pengobatan terhadap kasus, serta pengawasan infeksi di seluruh fasilitas kesehatan.


Menanggapi perubahan status fase pandemi oleh WHO, Pemerintah Indonesia mengumumkan kebijakan yang diambil sebagai berikut:


  1. Indonesia siap menerapkan Rencana Nasional Kesiapsiagaan dan Respon Pandemi.
  2. Pemerintah Indonesia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tanggap terhadap setiap perubahan situasi.
  3. Pemerintah Indonesia memberlakukan peringatan perjalanan (travel warning) kepada warga Negara Indonesia yang akan bepergian ke Meksiko dan saran perjalanan (travel advisory) kepada para warga negara yang akan bepergian ke negara-negara mencatatkan kasus positif H1N1 swine flu pada manusia.
  4. Pemerintah Indonesia menganjurkan kepada masyarakat untuk selalu mempraktekan etika flu, antara lain menutup mulut dan hidung dengan masker apabila terkena flu, mencuci tangan dengan bersih menggunakan air bersih yang mengalir dan juga sabun, tidak berdekatan dengan penderita flu dan tetap dirumah juga istirahat ketika menderita flu. Mengunjungi dokter jika mengalami gejala flu berat selama 2 – 3 hari.


Pesan Pemerintah Republik Indonesia:

Ambil TIndakan TEPAT (TEtap tenang, PAhami penyakit flu dan Tanggap terhadap perubahan situasi).

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi: komunikasi.fbpi@gmail.com atau mengirimkan pesan singkat (sms) ke 0812 80000 FLU (358).